Bandar Lampung – Dugaan permainan proyek di Universitas Lampung (Unila) semakin menguat. Setelah kasus Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) disorot publik, kini masalah serupa terungkap di Gedung Laboratorium Pendidikan Karakter (Al Wasii) dan Gedung Teknik Geofisika. jum’at (8/8/2025)
Pantauan Tim Awak Media di lapangan, pembangunan Gedung Al Wasii berhenti total sejak dua bulan lalu. Bangunan dibiarkan setengah jadi tanpa aktivitas pekerja sama sekali “Pembangunannya sudah berhenti dua bulan, sampai hari ini tidak ada kelanjutan,” ungkap seorang warga setempat yang engan di sebut namanya.
Tak hanya itu, di Gedung Teknik Geofisika ditemukan retakan panjang pada dinding yang baru selesai dibangun 3 tahun yang lalu, Kerusakan ini memunculkan indikasi kuat adanya pengurangan volume material dan pengerjaan asal-asalan.
Sementara itu, pihak Unila tak kunjung memberi penjelasan. Suratno, pejabat bagian perencanaan dan humas Unila, ketika dikonfirmasi justru melempar bola dan Cuci tangan. Padahal, Forum Komunikasi Mahasiswa Bandar Lampung (FKMBDL) sudah melayangkan surat resmi terkait kasus Gedung B FEB UNILA. Anehnya, Suratno mengaku tidak tahu kelanjutan laporan tersebut, meski surat sudah diterima bawahannya, Kiki.
Bungkam , saling Lembar bola, Cuci tangan jajaran Unila atas temuan ini menambah kuat dugaan adanya praktik kotor dalam pengelolaan proyek. Seluruh pimpinan dan pihak terkait di Unila harus bertanggung jawab penuh atas kerugian negara dan kerusakan bangunan yang dibiarkan terbengkalai.
Tim Haluan Lampung akan terus menelusuri dokumen tender, kontrak kerja, dan aliran dana proyek-proyek yang mencapai Milyaran ini untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dan memastikan mereka dimintai pertanggungjawaban hukum.












